27 Maret 2009

Rematch Chris John Vs Rocky Juarez

DetikSport.Com

"Aku menyerang penuh di ronde-ronde terakhir dan aku pikir aku bakal menang. Dia (Chris John) menampilkan pertarungan yang pintar. Tapi ini pun kesalahanku." Rocky Juarez.

"Saya pikir saya memenangi partai ini dengan mudah. Saya mendominasi pertandingan. Dia petarung yang tangguh, tapi apa yang bisa saya katakan?" Chris John.

Chris John bersiap menghadapi Rocky Juarez kembali di Negeri Paman Sam. Laga The Dragon dengan petinju Amerika Serika itu direncanakan digelar akhir Juni mendatang. Chris John dan Juarez bertemu pada akhir bulan Februari dan laga di Houston tersebut berakhir imbang. Hasil itu membuat Chris John tetap mempertahankan gelarnya sebagai juara WBA di kelas bulu.

Chris John kembali memiliki kesempatan untuk membalas rasa penasarannya menghadapi Juarez. Asisten Manajer Harry's Gym, Toni Priatna, mengungkapkan bahwa remacth tersebut akan digelar pada 27 Juni ini. "Kepastiannya Chris John dan Juarez di Los Angeles pada 27 Juni ini. Dia belum teken kontrak, tapi sudah positif," ungkap Toni saat dihubungi detiksport, Sabtu (21/3/2009).

Menurut Toni, tawaran tersebut datang dari Golden Boy Promotions, yang promotor milik Oscar de la Hoya yang menghajat pertarungan tersebut. "Ini adalah opsi yang ditawarkan oleh Golden Boy untuk melakukan remacth. Tentu saja disambut baik oleh Chris John."

15 Maret 2009

Do'a Kasih Untuk Ibu

Met Ulang Tahun Ummi ...
15 Maret 1959 ~ 15 Maret 2009
Semoga sehat dan berkah selalu, tetap diberikan kekuatan serta kesabaran.

"Ya Rabb-ku, tunjukkilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu ia berkata, "Datang seseorang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Ibumu!' Ia bertanya lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Ibumu!', Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?', 'Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Bapakmu'." [HR. Bukhari (AL-Ftah 10/401) No. 5971, Muslim 2548]

Imam Adz-Dzhabai dalam kitabnya Al-Kabair berkata :
"Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dari teteknya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.

Dia telah memberikannmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras.

Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik. Dia selalu mendo'akanmu dengan taufiq, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu. Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan dia haus. Dan engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu. Dan engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia buat. Dan rasanya berat atasmu memeliharanya padahal adalah urusan yang mudah.

Dan engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek. Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu. Padahal Allah telah melarangmu berkata 'ah' dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut. Dan engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu. Dan Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul 'Aalamin. Dan Allah berfirman di dalam surat Al-Hajj ayat 10 : "(Akan dikatakan kepadanya), Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tanganmu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali tidak pernah berbuat zhalim kepada hamba-hambaNya".

Demikianlah dijelaskan oleh Imam Adz-Dzahabi tentang besarnya jasa seorang ibu terhadap anak dan menjelaskan bahwa jasa orang tua kepada anak tidak bisa dihitung.

Ketika Ibnu Umar menemui seseorang yang menggendong ibunya beliau mengatakan, "Itu belum bisa membalas". Kemudian juga beberapa riwayat disebutkan bahwa seandainya kita ingin membalas jasa orang tua kita dengan harta atau dengan yang lain, masih juga belum bisa membalas. Bahkan dikatakan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Artinya: "Kamu dan hartamu milik bapakmu" [HR. Ibnu Majah dari Jabir, Thabrani dari Samurah dan Ibnu Mas'ud]

Maafkan aku Ibu ...
Hanya untaian do'a yang bisa ananda haturkan,
Rabbighfirli waliwaalidaiya, warhamhuma kamaa rabbayani shoghiiro.

Teori Darmin

Ternyata artis cantik Luna Maya dan beberapa artis lain, mempunyai tingkat kemiripan yang sangat besar dengan Tukul Arwana. Kalau melihat fotonya di bawah, pasti kita yakin dan benar terbukti bahwa Luna Maya dkk sangat mirip dengan Tukul Arwana. (d60pc.com)Ada yang pengen dimiripkan.??? ... ;D)

08 Maret 2009

Becks Resmi Bertahan di Milan

Good news for Milanisti. Di Galaxy, becks “Cuma” akan main 11 pertandingan. Setelah itu akan balik ke Milan untuk bertarung di musim 2009/2010. Barusan Inzaghi malah cetak hat-trick, Milan 3:0 Atalanta. Scudetto tetap kudu jadi target, minimal runner up. So gak usah capek2 kualifikasi UCL.

Detiksport ~ Minggu, 08/03/2009 22:12 WIB
Milan - Setelah David Beckham mengatakan bahwa dirinya akan bertahan di AC Milan, akhirnya Rossoneri secara resmi mengkonfirmasi telah mengikat Beckham hingga akhir musim ini. "AC Milan mengumumkan bahwa David Beckham akan bertahan di Rossonero hingga 30 Juni 2009," ujar sebuah pernyataan di situs resmi klub yang dilansir Yahoosports.

Setelah diketahui sebelumnya, terjadi tarik ulur antara kubu Milan dan LA Galaxy menyoal waktu peminjaman Beckham. Becks dalam kontrak awalnya hanya berada di San Siro hingga 9 Maret 2009 ini, namun Milan ternyata tertarik untuk merekrut suami Victoria Beckham itu hingga rampungnya Seri A musim ini karena penampilan Becks yang dinilai memuaskan.

Akhirnya, setelah melalui negosiasi yang panjang, kedua klub menemukan jalan keluar yang disebut sangat unik tersebut. Milan dikabarkan harus merogoh kocek sedalam 5 juta euro (Rp 76 miliar) untuk mendapat servis Beckham hingga akhir musim.

Pengkoleksi 108 caps bersama The Three Lions ini akan memainkan laga terakhirnya bersama jawara 17 kali Liga Italia itu saat melawan Fiorentina, 31 Mei mendatang. Setelah itu Becks akan kembali ke Amerika untuk melanjutkan kiprahnya di Home Deport Center bersama Galaxy.

Kata Orang Singapore Tentang INDONESIA

Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata-kata begitu. Tapi tunggu dulu ...

"Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia" "Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia!"

"Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia. 500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami? Apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia. Ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."
"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di singapura dan malaysia? Kalian di indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2. Lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasirpun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp. 3000/kg ke sebuah pabrikChina. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp. 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri."

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.!"

Seperti yang dituliskan oleh Sandra Islama Putra's, dalam facebook-nya.
Saturday, November 29, 2008 at 2:37 pm

04 Maret 2009

Mencari Tuhan di Penggorengan

Lama nggak posting, alhamdulillah dapet tulisan yang bagus banget. Kisah perjalanan mencari ketentraman, "Hidup tentram dengan tidak berkelimpahan harta". Tidak berkelimpahan harta dalam tulisan ini bukan berarti hidupnya kekurangan, namun hidup yang tidak berlebihan harta berlimpah ruah dengan ketentramannya yang sangat berlimpah.

Tulisan ini sudah diterbitkan di Harian Waspada pada tanggal 26 Mei 2008, dihalaman bisnis dan teknologi, dengan judul "Mencari Tuhan di Penggorengan Pisang Raja", maaf kami belum bisa menyebutkan penulisnya, sebab sampai sekarang belum menemukan penulisnya.

Sore hari terasa lezat jika disisipi beberapa potong pisang goreng dan teh manis hangat. Setelah lelah berdiri beberapa jam menyampaikan materi pelatihan, laju mobil mengantarkan saya ke sebuah warung gorengan yang tidak jauh dari komplek perhotelan mentereng di negeri ini. Kaca mata bisnis saya selalu saja senang memperhatikan geliat orang-orang yang berani menolong diri sendiri dan keluarganya melalui usaha halal dalam bentuk apapun. Melihat warung ini, saya mencoba mengkalkulasikan kira-kira berapa besar nilai bisnisnya.

Bagaimana pengelolaannya, bagaimana pemasarannya, teknik jual si pelayan dan berbagai hal-hal teoritis lainnya. Seorang paruh baya menyodorkan sepiring pisang goreng ke hadapan saya sambil tersenyum ramah dan berbasa-basi mempersilahkan saya untuk mencicipinya sekaligus menanyakan minuman apa yang saya minati. Pemilik wajah yang begitu teduh dan damai itu bernama Sudiro yang akhirnya saya tahu bahwa panggilan akrabnya adalah Wak Diro.

Menikmati pisang goreng terasa lebih hangat dengan obrolan ringan bersama Wak Diro. Dalam guyonan yang mengalir saya tahu ternyata Wak Diro adalah perantau asal Kudus yang sudah 16 tahun menjual gorengan pisang. Dalam satu hari ia bisa menghabiskan satu tandan besar dan hasil penjualannya bisa menyekolahkan ke empat anaknya hingga menjadi sarjana. Wak Diro rupanya jebolan fakultas teknik universitas negeri tertua di Jogjakarta, walau ia hanya bisa sampai semester 5.

"Kenapa tidak bisnis yang lain Wak? Atau menjadi pegawai negeri?" tanya saya menyelidik. Belum sempat menjawab pertanyaan saya, ia menundukkan badan tanda permisi kepada saya karena datang satu mobil Kijang Inova baru yang mendekat. Ternyata mobil itu dikemudikan oleh istrinya yang mengantarkan sesuatu. Pikiran saya berputar tak tentu. Tanpa sadar saya sedang menakar kantong orang tua ini. "Seorang penjual pisang goreng mampu menguliahkan keempat anaknya hingga sarjana dan kini didepan mata saya, si Istri datang dengan mobil baru yang tidak murah harganya".

Bukan cari uang.

Sekali lagi saya jarah lagi semua sudut warung kecil itu. Penataan dagangan lumayan menarik, tetapi tidak istimewa. Kualitas produknya berupa gorengan juga terasa sama seperti pisang goreng ditempat lain. Atmosfir warung juga sama seperti warung-warung lain, walau yang ini terlihat lebih bersih dan terjaga. Sarana promosi sangat sederhana, hanya tulisan Pisang Goreng Panas yang ditulis tangan dengan kuas biasa. Daftar harga tercetak di selembar kertas terlaminasi yang ditempel di dinding sebelah kiri. Ada dua orang pegawai yang membantu menggoreng, membuat minuman dan melayani pelanggan sekaligus. Tetapi jumlah pembelinya silih berganti, tidak sederas air pancuran, tetapi datang satu-satu seperti tiada henti.

Tak lama kemudian istri Wak Diro pergi, kata Wak Diro, istrinya harus mengantar beberapa kertas tisue ke lima cabangnya yang lain. Dan informasi itu membuat saya memilih untuk bertahan lebih lama demi mengetahui apa rahasia sukses bisnis ini.

Setelah melewati beberapa basa-basi, lalu ia bertanya kepada saya, "Mas, sampean apa percaya sama Gusti Allah?". Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, karena saya tidak bisa memperkirakan kemana arah pemikirannya. Lalu tanpa menunggu jawaban saya, Wak Diro menjelaskan bahwa dalam 8 tahun terakhir Ia tidak lagi mencari uang semata, tapi Ia mencari Tuhan. "Uang bagi saya hanyalah sekadar bonus atas pencarian dan pengabdian saya ke Gusti Allah".

Seperti pengakuan kebanyakan manusia, Ia meyakini bahwa hanya Tuhan yang sanggup mengarahkan dirinya kepada kondisi apapun."Mas, saya bukan jualan pisang goreng lho", aku Wak Diro, "Saya ini sedang membantu orang-orang agar bisa beribadah dengan baik". "Wow..." pikir saya, apakah penjual pisang goreng ini masih waras?"

Saya ini senang membantu banyak orang dengan mengganjal perutnya agar ibadah shalat Ashar dan Maghrib-nya berjalan dengan baik, karena jam makan malam biasanya setelah Shalat Isya" terang Wak Dirno. Saya mulai memahami apa maksud kalimat Wak Diro sebelumnya, "Uang bagi saya hanyalah sekadar bonus atas pencarian dan pengabdian saya ke Gusti Allah".

Kini saya paham, mengapa ia begitu ramah menyambut tamu-tamunya, kualitas gorengan tetap terjaga baik ukuran maupun takarannya dan ruangan kedai ini tetap terjaga kebersihannya. Jelas bukan karena sekadar mencari uang, tetapi Wak Diro sedang beribadah. Mencari keridhaan Tuhan. Seperti dijanjikan Allah ketika kita bersyukur, maka nikmat itu terus bertambah dan mengalir lancar.

Saya benar-benar terbayang betapa saya dan banyak sahabat saya yang kerja mati-matian siang -malam hanya sekadar mencari uang. Bayangan itu begitu asam terasa setelah mendengar pengakuan Wak Diro itu. Betapa Wak Diro sudah menemukan kunci dasar sukses bisnis. Ia tidak sekadar menjual jajanan, ia muncul dengan alasan yang lebih mulia. Pisang goreng hanya media mendapatkan ridha Sang Khalik. Semua bentuk kerja dan bisnis dikerjakannya dengan menghadirkan batin, tulus dan iklas.

Khawatir

"Bagian saya adalah mempermudah ibadah orang lain, bagian Gusti Allah menjaga saya Mas. Saya hanya pasrah dan memohon agar selalu dituntun Gusti Allah" aku Wak Diro. "Apapun langkah saya, saya percaya Gusti Allah akan menyelamatkan saya. Jika saya dibawa ke kubangan kerbau sekalipun, saya tetap percaya kalau itu adalah kehendak Gusti Allah dengan maksud tertentu agar saya mendapatkan hikmah atas perjalanan itu".

Menyelesaikan pisang terakhir, saya bertanya, "Wak, apakah sampean tidak khawatir dengan kenaikan BBM?", dengan ringan Wak Diro menjawab, "Lha wong, saya sudah serahkan hidup saya ke Gusti Allah, kok mesti kuatir?". Sambil mengulurkan uang kembalian ke saya, ia berujar, "Saya kan cuma kawulo, apakah pantas kalau saya ikut campur tangan 'ngatur kerjaan Kanjeng Gusti?"

Hidup adalah pilihan, kita bisa memilih hidup tentram atau hidup sengsara. Ketentraman dan kesengsaraan fokus utamanya bukan terletak di banyak atau sedikitnya harta, namun lebih terletak pada "Kita mau menyerahkan hidup ke yang mengurus kehidupan atau tidak". Itu saja pilihannya.

Kita itu sering aneh, selalu ngurusi yang bukan urusannya. Berani menghadapi hidup tentram, tanpa selalu merasa terhimpit aneka permasalahan!!!
Subhanalloh ... bagaimana Pendapat anda ???