01 Agustus 2009

Fesbuk Ohh Fesbuk ...


Kejadian ini bermula ketika secara tak sengaja aku berpapasan dengan tukang Mie Ayam keliling yang biasa beredar di depan rumah. Siang itu, kulihat dia tengah berasyik masyuk di pinggir jalan, cekikikan sambil melihat sesuatu yang ada di tangannya. Bahkan saking asiknya, gerobak mie ayam itu ditinggalkannya begitu saja, seakan mengundang pemulung jail untuk mengangkutnya. Karena penasaran, diriku pun bertanya:


"Mas Jason (panggil saja demikian, karena dia sering dipanggil Son ama pelanggannya “Son.. mie ayamnya siji maning son”), sedang apa kok asik bener di pojokan?" tanyaku.

"Eh mas ganteng... (satu hal yang aku suka dari Jason adalah : Orangnya suka bicara Jujur!), ini mas, lagi update status!!..."

WADEZIG ..!!
"Weehhh... sampean fesbukan juga tho??" tanyaku heran.

"Ya iyalah mas... hareee geneee ga fesbukan?! Lagian kan lumayan juga buat menjaring pelanggan lewat fesbuk. Kata pak Hermawan Kertajaya kan dalam berdagang kita harus selalu melakukan diferensiasi termasuk dalam hal pemasaran mass.."

GLEK!! kalah gw. Gw aja yang sering naik kereta ke jawa gak tau kalo ada yg namanya Hermawan Kereta Jaya. "emang mas statusnya apa?" tanyaku penasaran.

"Nih mas aku bacain : Promo Mie Ayam, beli dua gratis satu mangkok, beli tiga gratis nambah kuah, beli empat gratis timbang badan... takutnya anda obesitas... segera saya tunggu di gang Jengkol, depan tengkulak Beras Mpok Hepi. Mie Ayam Jason : Melayani dengan Hati... ampela, usus dan jeroan ayam lainnya.."

GUBRAK..!!!

Dua kosong untuk mas jason. Gw yg uda lama fesbukan aja ga bisa bikin status se-atraktif dia. Tapi ada yg aneh pas kulirik ke henpon yang dia pake. Gw kira henponnya blekberi atau minimal nokia seri baru yang uda bisa pake internetan. Selidik punya selidik, ternyataa... henponnya lawas bin jadul. HP yang masih monokrom, suara belum poliponik, dan masih pake antena luar kayak radio AM. “Mas, tapi kok bisa update fesbuk pake henpon sederhana gitu?” (bahasa halusnya henpon lawas).


"Owwh.. gampang mas, saya tinggal nulis statusnya lewat SMS lalu kirim ke Tri?" jawab dia datar.

"Ohh.. mas nya pake Kartu Three ya? Yang gratis internetan itu?" tanyaku.

"Bukaaaan mas, Tri itu lengkapnya Tri Ambarwati. Dia itu pacar saya, sama-sama dari Tegal yang kerjanya jagain warnet 24 jam! Jadi kalo butuh update, tinggal sms dia aja nanti dia yang gantiin status saya. Lha wong dia tiap hari di depan komputer jagain warnet. Paling sebagai balesannya saya gratisin mie ayam seminggu sekali... murah tho..."

Mendadak kepalaku pusing. Bagaikan menderita dehidrasi akut sekaligus hipotermia tingkat tiga, aku limbung mendengar jawaban spektakuler dari mas jason.

BRUK!!

"Lho mas.. mas... jadi beli mie ayam ndak... kepriben iki.???"


He.. hee.. hee ... dapet dari milist tetangga, Son ;p

06 Juli 2009

Kaka: Saya Akan Selalu Mendukung Milan


Detiksport - Rabu, 01/07/2009


Madrid - Meski kini berstatus pemain Real Madrid, Kaka mengaku tidak akan melupakan kenangan indah bersama AC Milan dan tifosinya. Di Santiago Bernabeu, dia akan selalu menjadi pendukung Rossoneri.


Kaka resmi meninggalkan San Siro setelah pihak Milan menerima tawaran sebesar 68 juta euro yang disodorkan Madrid di awal bulan lalu. Setelah enam tahun membela Rossoneri, mantan pemain terbaik dunia itu akhirnya menanggalkan seragam Hitam-Merah.


Kabar yang beredar menyebut kalau Kaka 'terpaksa' meninggalkan Milan demi membantu kondisi keuangan klub yang tengah bermasalah. Bahkan setelah tak lagi menjadi anggota skuad Diavolo Rosso, mantan pemain Sao Paolo itu masih dapat ribuan surat dari Milanisti yang menyatakan dukungan padanya.


"Ini adalah hari yang penting buat saya dan saya berterima kasih pada semua fans Milan dan untuk Anda yang mengantar surat ini," ungkap Kaka pada jurnalis Telelombardia and Antenna 3 yang menemuinya, demikian diberitakan Channel4.


Terkait kepindahannya ke Madrid dan dukungan yang masih mengalir pada dirinya, Kaka menyatakan kalau hubungan batin antara dirinya dengan Milan tidak akan terhenti begitu saja. Kaka mengaku akan selalu menjadi mendukung Milan.


"Saya yakin mereka akan melihat saya. Mereka akan tetap berada di dalam hati saya karena mereka merupakan bagian dari perjalanan kisah saya begitu juga dengan klub. Terima kasih kepada mereka yang telah menuliskan surat-surat dan mengirimkan spanduk ini. Saya akan selalu mendukung Milan," pungkas Kaka.

09 Juni 2009

SEE YOU, KAKA ...


Milan - Setelah enam musim membela AC Milan dan memberi lima gelar, Kaka akhirnya meninggalkan San Siro. Buat salah satu pemain terbaik yang pernah mereka miliki, Rossoneri mengucap grazie, terimakasih.

"AC Milan berterimakasih pada Kaka sebagai individu dan sebagai seorang juara atas kontribusi besar yang dia berikan dan banyak kemenangan yang telah diraih dalam kurun enam tahun terakhir," demikian pernyataan resmi kubu Milan seperti diberitakan Reuters.

Sejak muncul secara 'tiba-tiba' di tahun 2003, Kaka telah menjadi salah satu nyawa kekuatan Rossoneri.
Meski diakui akan sulit mencari pengganti pemain Brasil berusia 27 tahun itu, namun Milan yakin mereka akan bisa mendapatkannya.

"Kehilangan dia di atas lapangan, meski merupakan sesuatu yang serius, bisa tergantikan. Itu akan bisa dilakukan, meski sulit untuk mencari pengganti orang seperti Kaka," lanjut pernyataan Milan.

Kaka sudah lama menjadi incaran Real Madrid, tepatnya saat Ramon Calderon melakukan kampanye presiden tahun 2006. Namun upaya tersebut baru kesampaian hari ini, hanya beberapa pekan setelah Florentino Perez kembali ke kursi kepresidenan dengan ambisinya membentuk Los Galacticos jilid kedua.

Kaka dikontrak Madrid selama enam musim. Sementara untuk mendatangkannya dari San Siro, Los Merengues diyakini harus mengeluarkan uang hingga 68 juta euro atau sekitar Rp 937,9 miliar. Detiksport - Selasa, 09/06/2009

14 April 2009

CINTA LAKI-LAKI BIASA

Oleh : Asma Nadia

Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama.

"Kenapa?" tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu.

Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon 15 watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan... menyadari, dia tak punya kata-kata!

Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka.

"Kamu pasti bercanda!" kata mereka. Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda. Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.
"Tidak ada yang lucu," suara Papa tegas, "Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!"

Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar, sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

"Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan?" Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, "maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?"
Nania terkesima. "Kenapa?"

Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik.
Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus!
Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau!


Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.

"Nania cuma mau Rafli," sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak.
Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah.

"Tapi kenapa?"
Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa. Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya. "Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nia!"

Cukup! Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia.

Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan

Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka. Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.

"Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania." Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.
"Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!"
"Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!"

Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli. Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen.

Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak!
Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan?
Rafli juga pintar!
Tidak sepintarmu, Nania.
Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan.
Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.


Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma.

"Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu." Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang.

"Tak apa," kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri.
"Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang."
Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.

"Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?" Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah.

Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia!

Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak! Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama.

Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik.
Cantik ya... dan kaya!
Tak imbang!


Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

***

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya.
"Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!"

Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang.

Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat.

"Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu."
"Sudah bertambah sedikit," kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.
"Sekarang pembukaan satu lebih sedikit." Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset.

"Masih pembukaan dua, Pak!" Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

"Bang!"
Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan.
"Dokter!"
"Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar."
Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat?

Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan disekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri.

Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir.

Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.
"Pendarahan hebat!"

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah.
Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah!
Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis. Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka.

Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker.

Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah boleh membawanya pulang.

Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah, Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra..

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya.
"Nania, bangun Cinta!" Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik.

Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan. Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik.

"Nania, bangun, Cinta!" Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang disekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan. Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusiasme perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain diwajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Hari ketigapuluh tujuh, doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya. Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh.

Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.

Ketika malam, Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh?

Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli.

Setiap hari Minggu, Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang disekitarnya. Mereka semua menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat. Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.

"Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!"
"Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya."
"Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!"

Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama. Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa...

Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi?

Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya… Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya.

Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.

David Hartanto Widjaja Tidak Bersalah!

Hari ini (5/3-09) saya dan temen2 SD/SMP yang seangkatan sama David Hartanto (Ming2) kita sama2 main kerumah keluarga Hartanto, sekedar untuk menyampaikan bela sungkawa, serta mencari kebenaran yang sesungguhnya karena kami tahu kalau David tidak akan melakukan hal-hal yang seperti diberitakan oleh media. Disana kami disambut oleh kakak David, dan orangtuanya, kebetulan kami datang bersamaan dengan keluarga besar Hartanto, jadi kami lebih banyak mengobrol dengan kakak David, yaitu Willian Hartanto, atau dulu dikenal teman2 seangkatannya dengan panggilan Weha.

Semakin lama mendalami kasus ini, makin banyak keanehan yang terbuka, dan untuk adanya pemberitaan yang mulai menunjukkan kebenaran, kami berterima kasih untuk rekan David di NTU yaitu edwin, kami tahu dia mempertaruhkan gelar sarjananya demi mengungkap kebenaran, karena itu kami juga mau membantu menyebarkan kabar yang sesungguhnya -walaupun terus ditutupi dan dihalangi oleh pihak NTU-

Kejanggalan-kejanggalan yang ada:

1. Munculnya berita bahwa David menyerang Profesor Chan Kap Luk, lalu bunuh diri, padahal tidak ada bekas sayatan di pergelangan tangan seperti yang diberitakan, lalu darimana muncul berita tersebut? Untuk apa dimunculkan berita palsu bahwa David menyayat pergelangan tangannya?
2. Saat keluarga tiba disana senin malam setelah kejadian, keluarga ingin langsung melihat jenazah David, namun dihalangi oleh pihak2 tertentu, dengan alasan sudah peraturan, tentu saja keluarga harus menurut, apalagi saat itu keluarga masih syok. Lalu saat diizinkan melihat kondisi jenazah keesokan harinya, keluarga hanya diizinkan untuk melihat jenazah bagian leher ke atas, sedangkan bagian tubuh yang lain telah ditutupi plastik. Keluarga Hartanto juga telah mengkonfirmasikan ke pihak polisi Singapura, tidak ada luka di bagian pergelangan tangan. Saat itu keluarga Hartanto juga melihat di bagian leher depan (daerah leher dibawah bahu) terdapat banyak plesteran luka.
Pertanyaannya. Untuk apa keluarga Hartanto menunggu 1 hari untuk melihat jenazah keluarga kandung mereka sendiri? Mengapa jenazah harus ditutupi oleh plastik? Apakah benar ada peraturan seperti itu? Atau hanya karangan pihak2 tertentu saja untuk menutupi kenyataan? Darimana asal luka di leher? Mengapa jenazah David terlihat berdarah cukup parah di bagian bokong?
3. Saat keluarga tiba di TKP senin malam, karena tidak diizinkan untuk melihat jenazah, keluarga datang ke NTU untuk melihat TKP, namun saat sampai, polisi tidak menemukan satupun bekas darah ataupun police line. Hebat bukan? Hanya dalam waktu sekitar 7 jam sejak waktu kejadian, TKP telah bersih total, adakah alasan untuk buru2 membersihkan TKP?
4. Lalu keluarga datang melihat kamar David, dan apa yang ditemukan? Ternyata semua peralatan komputer yang ada di kamar itu semua MENYALA. Apakah seorang yang mau bunuh diri akan menyalakan semua peralatan komputernya? Bahkan menurut kesaksian seorang teman, account MSN David masih menyala. Apakah hal ini terlihat seperti David mau mengakhiri hidupnya? Bahkan dia masih bermain game online sampai jam 2 pagi di hari kejadian bersama teman yang tadi menjenguk keluarga David.
5. Pada ruangan profesor tertinggal tas David yang biasa dia bawa, dan tebak apa yang dia bawa dalam tasnya? Sebuah handuk dan botol air mineral 1,5 L. (Semua yang mengenal Ming2 pasti tahu, dikelas, sejak SD, Ming2 selalu membawa handuk, bahkan kadang dikalungkan di leher saat berada di kelas, dia juga selalu membawa air minum yang banyak karena mamanya selalu berpesan untuk banyak mengkonsumsi air). Apakah seorang yang mau membunuh, lalu bunuh diri, akan membawa barang seperti itu? Akan jauh lebih mudah untuk membawa sebilah pisau yang besar (lebih besar dari pisau berukuran 10cm yang muncul di TKP, yang entah milik siapa).
6. Keluarga dihalang-halangi saat hendak bertemu dengan Profesor Chan Kap Luk, dengan alasan, saat itu dia sedang di ICU, dan kenyataannya? Hari rabu sang Profesor telah keluar dari rumah sakit. Apakah ada catatan seorang yang menderita luka tusukan parah yang harus masuk ICU, dapat keluar dari rumah sakit dalam tidak sampai 2 hari? Benarkan sang Profesor terluka? Atau hanya membaca koran sambil bersantai di ICU?
7. Saat keluarga ingin bertemu dengan “saksi mata” yang melihat David melompat dari lantai 4, pihak NTU menghalangi dengan alasan hal itu harus dirahasiakan. Oke, kalau begitu, darimana kita tahu kalau benar2 ada orang yang melihat kalau David benar2 melompat, bukannya terjatuh ataupun dijatuhkan orang?
8. Data tentang David dan FYP (Final Year Project) nya telah dihapus dari database NTU. Hanya dalam 2 hari, NTU langsung menghapus data topik FYP yang sedang David kerjakan, adakah alasan khusus dibalik keterburu-buruan pihak NTU untuk menghapus data tersebut? Tidakkah ada rasa ingin mengenang salah satu mahasiswa berprestasinya, alih-alih langsung menghapus data, seakan David tidak pernah kuliah disana?
9. Polisi Singapura menahan Laptop milik David dan akan dikembalikan setelah penyelidikan selesai. Untuk apa?
10. Pisau yang ada di TKP, dilaporkan berasal dari hall 4, itu hasil investigasi? Atau hanya karangan? Seorang teman di NTU berkata bahwa biasanya seorang dosen memiliki pisau kecil di ruangannya yang biasa digunakan untuk memotong buah. Jadi? Itu pisau milik David Hartanto atau Chan Kap Luk?
11. Waktu kejadian adalah sekitar jam 10.45 waktu Singapura hari Senin, apakah tidak terdengar aneh jika hanya sedikit sekali mahasiswa yang ada dan menyaksikan kejadian? Adakah tekanan dari pihak NTU untuk tutup mulut?
12. Senjata yang ditemukan -pisau buah 10cm- ditemukan tanpa gagang, dimanakah gagangnya? Mengapa tidak dilakukan analisa sidik jari? Jelas tidak mungkin menusuk seseorang tanpa menggunakan gagang pisau, jadi entah siapapun yang menusuk siapa, pasti ada gagangnya, namun pemberitaannya belum jelas.

Pemberitaan miring yang disebutkan media pun tidak berdasar, dan hanya mengikuti spekulasi yang dikarang pihak NTU, berikut klarifikasinya:

1. David berniat membunuh Profesornya lalu bunuh diri meloncat. Di dalam ruangan tersebut hanya ada David dan Profesor, David telah tiada, dan kesaksian yang bisa didengarkan hanyalah dari Profesor, darimana kita tahu kalau kesaksian tersebut benar? Tanpa bukti2 yang cukup, kesaksian Profesor tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk menyalahkan David.
2. David dikatakan stress karena beasiswanya dicabut, bahkan dia salah sasaran, yaitu mengamuk ke dosen pembimbingnya. Tidakkah hal itu terdengan sangat aneh? David sangat tahu dengan jelas bahwa beasiswanya diberhentikan karena prestasinya menurun, bukan salah Profesor itu. Pihak keluarga telah diberitahu sejak hari pertama diberitahukan bahwa beasiswanya diberhentikan, dan pihak keluarga menerima, dan mampu untuk membayarnya, David juga bersikap biasa2 saja tentang pemberhentian beasiswanya. Bagi yang mengenal dia, tentu tahu bahwa dia orang yang sangat cuek, hal ini juga dapat dilihat dari post edwin.
3. Dikatakan pula, bahwa David depresi karena tidak mampu menyelesaikan FYPnya. Seorang rekan David disana menyatakan bahwa FYP David hampir selesai. Dia tidak pulang ke Indonesia pada akhir semester lalu, karena ingin berkonsentrasi menyelesaikan FYPnya. Bagi yang mengenal David, apalagi kami teman sekolahnya, tentu tahu, David sejak dulu memang ketagihan game, tapi 1 hal, dia selalu mengerjakan tugas dan PRnya dengan baik, tanpa bantuan orang lain apalagi menyalin hasil pekerjaan orang lain. Jadi, jika dikatakan dia menyerang dosen pembimbingnya karena FYPnya tidak selesai, hal itu benar2 tidak masuk diakal.
4. David diberitakan pula menghilang dari pergaulan selama kurang lebih 1 minggu sebelum kejadian, namun keluarga David tahu yang sebenarnya, David sedang berkonsentrasi untuk menyelesaikan FYPnya, jadi pernyataan bahwa David menghilang dari pergaulan karena sedang depresi dan ingin membunuh itu sangat tidak valid, karena saat itu dia banyak chatting dengan kakaknya, bahkan bermain game online bersama temannya di Indonesia. Terlihat seperti orang depresi yang mau membunuh dosennya? Tidak sama sekali!

Saat ini fakta-fakta yang muncul setelah menyingkirkan pemberitaan media adalah:
1. David meninggal jatuh dari lantai 4, tanpa luka sayatan di pergelangan tangan, dan dengan luka di bagian leher, serta bagian bokong berlumuran darah.
2. Sang Profesor keluar dari rumah sakit dalam 2 hari.
3. Pisau tidak jelas berasal darimana, dan ditemukan tanpa gagang.
4. Pihak universitas menutup-nutupi kejadian ini.

Spekulasi dan kemungkinan- kemungkinan:
Apakah benar David menyerang profesor saat dia sedang membungkuk menghadap ke layar komputer? Jika itu benar, maka tidak mungkin saat ini profesor tersebut telah pulang ke rumahnya dengan keadaan sehat wal afiat.
Apakah sang profesor tersebut yang justru menyerang David? Hal ini sangat mungkin, karena bukti dan fakta yang ada mengarah ke kesimpulan tersebut. Lalu apa motifnya? Sampai saat ini, hanya Tuhan dan Profesor Chan Kap Luk yang tahu.

Namun saat ini santer beredar kabar bahwa sang Profesor ingin merebut FYP milik David. Hal ini didukung oleh kesaksian teman David yang mengatakan FYP David hampir selesai. Apakah mungkin seorang dosen dan Profesor dari universitas terkemuka di negara maju mau merebut FYP milik mahasiswanya sendiri? Kenyataannya, hal itu sangat mungkin terjadi.

Seorang yang mendengar kabar tentang kematian David bercerita pada seorang teman-sebut saja A-, bahwa seorang profesor di NTU, di jurusan yang berbeda, memberikan nilai D pada FYP si A, lalu si profesor menawarkan untuk membuat FYP baru, dan dia akan beri nilai B, dengan syarat FYP yang sebelumnya akan jadi hak milik si Profesor. Apakah terdengar aneh? Ya, si profesor ingin merebut hak atas FYP milik si A dengan iming2 nilai.

Jadi hal ini sebenarnya bukan hal yang baru di NTU, hanya saja kali ini ujungnya berakhir tragis bagi David karena dia tidak mau menyerahkan hak atas FYPnya. Sekali lagi, ini spekulasi, namun jauh lebih logis daripada pemberitaan media dan NTU.

Ming, saat ini lo udah gak ada, gak ada lagi yang bisa kita lakukan buat lo, selain pulihin nama baik lo, dan menyatakan kebenaran, lo istirahat yang tenang aja disana.
RIP, ming.

Guys, tahu gak sebenernya sekarang apa yang sedang keluarga Hartanto sedang coba lawan? NTU, sebuah universitas terkenal milik pemerintah singapura! Untuk perbandingannya adalah ITB di Indo. Apa yang bisa dilakukan segelintir orang: keluarga Hartanto yang hanya tinggal bertiga, keluarga besarnya teman2 yang berjumlah puluhan sampai ratusan? apakah bisa melawan NTU? Bisa! Bagaimana caranya? Kita harus menyatakan kebenaran harus diungkap sejelas2nya tanpa ada yang diubah2 atau ditutup2i.
Saat ini, kita sebagai sesama pengguna internet, harap sebarkan kabar ini seluas-luasnya, agar banyak orang makin peduli tentang kasus ini dan investigasi akan dilakukan lebih lanjut, setidaknya jangan sampai orang-orang berpikir bahwa Davidlah yang bersalah, karena itu jelas tidak benar. Kabarkan ini ke teman-teman, saudara, dan copylah tulisan saya ini di blog/forum/facebook /friendster anda, tidak akan saya tuntut untuk copyright. Terima Kasih.

Salam,
Diposkan oleh cl4y_m4n di 00:39

02 April 2009

Doa dari Keranjang Tempe

Di Karangayu, sebuah desa di Kendal, Jawa Tengah, tempat tinggal seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lakukan sebagai menyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang.

"Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya." demikian dia selalu memaknai hidupnya. Suatu pagi, setelah salat shubuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang.

Tapi.......deg !! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, sebagian berderai belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka ditengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. "Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku..."

Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe . Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh.

Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan... dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacangnya belum semua menyatu oleh kapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Dia yakin, Allah pasti sedang "memproses" doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi. Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang, dia berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah. Bantulah aku, kabulkan doaku..."

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan... belum jadi. Kacang itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang tersebut.

"Keajaiban Tuhan akan datang....pasti," yakinnya. Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, "kehendak" Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe tempenya. Berkali-kali dia memanjatkan doa... berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya. Sampai di pasar, di tempat biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu.

"Pasti sekarang telah jadi tempe!" batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan... dia terlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi. Kecewa, airmata menitik di keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi?

Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk. Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar... merasa sendirian. Allah telah meninggalkan aku, batinnya. Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan... esok dia pun tak akan dapat makan.

Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan "teman-temannya" sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat. Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya.

"Maaf ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya??" Penjual tempe itu bengong. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. "Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe...." Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. "Jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe ...."

"Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?" tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi. "Duh Gusti... bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?" ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! "Alhamdulillah!" pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli. Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. "Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?"

"Oohh, bukan begitu Bu. Anak saya, si Sulhanuddin yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?"
Allohu Akbar ...
Pembaca, ini kisah yang biasa bukan? Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa.....dan "memaksakan" agar Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa. Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Bahwa semua rencanaNYA adalah sempurna..

“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” QS. Al Baqarah : 216

Ya Alloh … berilah kami kekuatan, kesabaran dan keikhlasan. Tunjukkanlah kami jalan keluar yang terbaik atas segala urusan. Amin. ~From a milist~

Tertelan Gunting .?!

Kalau anak kecil menelan uang, kelereng atau cincin itu biasa terjadi di Indonesia. Tapi, yang ini bukan anak kecil dan yang ditelan gunting. Kali ini, gunting kecil seukuran empat inchi masuk ke tenggorokan seorang pria 27 tahun warga China. Untung gunting berhasil dikeluarkan lewat operasi.

Hapless Kong Lin saat itu meminjam gunting ukuran 4 inchi (10 cm) yang mau dia gunakan untuk tusuk gigi setelah makan. Saat mengambil kotoran di giginya, temannya bercerita hal-hal lucu. Pria 27 tahun ini tak tahan untuk tertawa. Tiba-tiba gunting terlepas dari tangan dan masuk ke tenggorokan Lin. Pada awalnya, Lin berhasil batuk sehingga gunting naik ke atas sedikit. Tapi hanya itu saja yang bisa dilakukan. Akhirnya, segeralah dia dibawa ke unit gawat darurat rumah sakit di Putian, China.

Chen Wei, ahli bedah dari sebuah rumah sakit di Putian, China bagian timur menjelaskan: "Saat masuk ke mari, wajahnya berkeringat dan pucat. Pasien kesulitan menelan dan darah bercampur dengan ludahnya." Hasil sinar-X menunjukkan gunting seluruhnya telah tertelan masuk di bagian esophagus dengan bagian tajamnya mengarah ke arah di epiglottis (katup di tenggorokan).

Dengan anestesi (pembiusan lokal) para dokter bedah ini dapat membuat pasien rileks sehingga tubuhnya tidak tegang. Karena bila demikian gunting akan bisa masuk makin dalam. Kata Dr. Chen,"Proses operasi berlangsung kurang lebih 30 menit. Untungnya Tuan Lin tidak mengalami luka terlalu banyak di dalam tenggorokannya. Kompas.Com ~ Rabu, 1 April 2009

27 Maret 2009

Rematch Chris John Vs Rocky Juarez

DetikSport.Com

"Aku menyerang penuh di ronde-ronde terakhir dan aku pikir aku bakal menang. Dia (Chris John) menampilkan pertarungan yang pintar. Tapi ini pun kesalahanku." Rocky Juarez.

"Saya pikir saya memenangi partai ini dengan mudah. Saya mendominasi pertandingan. Dia petarung yang tangguh, tapi apa yang bisa saya katakan?" Chris John.

Chris John bersiap menghadapi Rocky Juarez kembali di Negeri Paman Sam. Laga The Dragon dengan petinju Amerika Serika itu direncanakan digelar akhir Juni mendatang. Chris John dan Juarez bertemu pada akhir bulan Februari dan laga di Houston tersebut berakhir imbang. Hasil itu membuat Chris John tetap mempertahankan gelarnya sebagai juara WBA di kelas bulu.

Chris John kembali memiliki kesempatan untuk membalas rasa penasarannya menghadapi Juarez. Asisten Manajer Harry's Gym, Toni Priatna, mengungkapkan bahwa remacth tersebut akan digelar pada 27 Juni ini. "Kepastiannya Chris John dan Juarez di Los Angeles pada 27 Juni ini. Dia belum teken kontrak, tapi sudah positif," ungkap Toni saat dihubungi detiksport, Sabtu (21/3/2009).

Menurut Toni, tawaran tersebut datang dari Golden Boy Promotions, yang promotor milik Oscar de la Hoya yang menghajat pertarungan tersebut. "Ini adalah opsi yang ditawarkan oleh Golden Boy untuk melakukan remacth. Tentu saja disambut baik oleh Chris John."

15 Maret 2009

Do'a Kasih Untuk Ibu

Met Ulang Tahun Ummi ...
15 Maret 1959 ~ 15 Maret 2009
Semoga sehat dan berkah selalu, tetap diberikan kekuatan serta kesabaran.

"Ya Rabb-ku, tunjukkilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu ia berkata, "Datang seseorang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, 'Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?' Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Ibumu!' Orang tersebut kembali bertanya, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Ibumu!' Ia bertanya lagi, 'Kemudian siapa lagi?' Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Ibumu!', Orang tersebut bertanya kembali, 'Kemudian siapa lagi?', 'Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, 'Bapakmu'." [HR. Bukhari (AL-Ftah 10/401) No. 5971, Muslim 2548]

Imam Adz-Dzhabai dalam kitabnya Al-Kabair berkata :
"Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dari teteknya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.

Dia telah memberikannmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras.

Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik. Dia selalu mendo'akanmu dengan taufiq, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu. Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan dia haus. Dan engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu. Dan engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia buat. Dan rasanya berat atasmu memeliharanya padahal adalah urusan yang mudah.

Dan engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek. Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu. Padahal Allah telah melarangmu berkata 'ah' dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut. Dan engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu. Dan Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul 'Aalamin. Dan Allah berfirman di dalam surat Al-Hajj ayat 10 : "(Akan dikatakan kepadanya), Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tanganmu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali tidak pernah berbuat zhalim kepada hamba-hambaNya".

Demikianlah dijelaskan oleh Imam Adz-Dzahabi tentang besarnya jasa seorang ibu terhadap anak dan menjelaskan bahwa jasa orang tua kepada anak tidak bisa dihitung.

Ketika Ibnu Umar menemui seseorang yang menggendong ibunya beliau mengatakan, "Itu belum bisa membalas". Kemudian juga beberapa riwayat disebutkan bahwa seandainya kita ingin membalas jasa orang tua kita dengan harta atau dengan yang lain, masih juga belum bisa membalas. Bahkan dikatakan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Artinya: "Kamu dan hartamu milik bapakmu" [HR. Ibnu Majah dari Jabir, Thabrani dari Samurah dan Ibnu Mas'ud]

Maafkan aku Ibu ...
Hanya untaian do'a yang bisa ananda haturkan,
Rabbighfirli waliwaalidaiya, warhamhuma kamaa rabbayani shoghiiro.

Teori Darmin

Ternyata artis cantik Luna Maya dan beberapa artis lain, mempunyai tingkat kemiripan yang sangat besar dengan Tukul Arwana. Kalau melihat fotonya di bawah, pasti kita yakin dan benar terbukti bahwa Luna Maya dkk sangat mirip dengan Tukul Arwana. (d60pc.com)Ada yang pengen dimiripkan.??? ... ;D)

08 Maret 2009

Becks Resmi Bertahan di Milan

Good news for Milanisti. Di Galaxy, becks “Cuma” akan main 11 pertandingan. Setelah itu akan balik ke Milan untuk bertarung di musim 2009/2010. Barusan Inzaghi malah cetak hat-trick, Milan 3:0 Atalanta. Scudetto tetap kudu jadi target, minimal runner up. So gak usah capek2 kualifikasi UCL.

Detiksport ~ Minggu, 08/03/2009 22:12 WIB
Milan - Setelah David Beckham mengatakan bahwa dirinya akan bertahan di AC Milan, akhirnya Rossoneri secara resmi mengkonfirmasi telah mengikat Beckham hingga akhir musim ini. "AC Milan mengumumkan bahwa David Beckham akan bertahan di Rossonero hingga 30 Juni 2009," ujar sebuah pernyataan di situs resmi klub yang dilansir Yahoosports.

Setelah diketahui sebelumnya, terjadi tarik ulur antara kubu Milan dan LA Galaxy menyoal waktu peminjaman Beckham. Becks dalam kontrak awalnya hanya berada di San Siro hingga 9 Maret 2009 ini, namun Milan ternyata tertarik untuk merekrut suami Victoria Beckham itu hingga rampungnya Seri A musim ini karena penampilan Becks yang dinilai memuaskan.

Akhirnya, setelah melalui negosiasi yang panjang, kedua klub menemukan jalan keluar yang disebut sangat unik tersebut. Milan dikabarkan harus merogoh kocek sedalam 5 juta euro (Rp 76 miliar) untuk mendapat servis Beckham hingga akhir musim.

Pengkoleksi 108 caps bersama The Three Lions ini akan memainkan laga terakhirnya bersama jawara 17 kali Liga Italia itu saat melawan Fiorentina, 31 Mei mendatang. Setelah itu Becks akan kembali ke Amerika untuk melanjutkan kiprahnya di Home Deport Center bersama Galaxy.

Kata Orang Singapore Tentang INDONESIA

Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata-kata begitu. Tapi tunggu dulu ...

"Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia" "Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia!"

"Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia. 500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami? Apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia. Ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."
"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di singapura dan malaysia? Kalian di indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2. Lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasirpun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp. 3000/kg ke sebuah pabrikChina. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp. 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri."

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri. Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.!"

Seperti yang dituliskan oleh Sandra Islama Putra's, dalam facebook-nya.
Saturday, November 29, 2008 at 2:37 pm

04 Maret 2009

Mencari Tuhan di Penggorengan

Lama nggak posting, alhamdulillah dapet tulisan yang bagus banget. Kisah perjalanan mencari ketentraman, "Hidup tentram dengan tidak berkelimpahan harta". Tidak berkelimpahan harta dalam tulisan ini bukan berarti hidupnya kekurangan, namun hidup yang tidak berlebihan harta berlimpah ruah dengan ketentramannya yang sangat berlimpah.

Tulisan ini sudah diterbitkan di Harian Waspada pada tanggal 26 Mei 2008, dihalaman bisnis dan teknologi, dengan judul "Mencari Tuhan di Penggorengan Pisang Raja", maaf kami belum bisa menyebutkan penulisnya, sebab sampai sekarang belum menemukan penulisnya.

Sore hari terasa lezat jika disisipi beberapa potong pisang goreng dan teh manis hangat. Setelah lelah berdiri beberapa jam menyampaikan materi pelatihan, laju mobil mengantarkan saya ke sebuah warung gorengan yang tidak jauh dari komplek perhotelan mentereng di negeri ini. Kaca mata bisnis saya selalu saja senang memperhatikan geliat orang-orang yang berani menolong diri sendiri dan keluarganya melalui usaha halal dalam bentuk apapun. Melihat warung ini, saya mencoba mengkalkulasikan kira-kira berapa besar nilai bisnisnya.

Bagaimana pengelolaannya, bagaimana pemasarannya, teknik jual si pelayan dan berbagai hal-hal teoritis lainnya. Seorang paruh baya menyodorkan sepiring pisang goreng ke hadapan saya sambil tersenyum ramah dan berbasa-basi mempersilahkan saya untuk mencicipinya sekaligus menanyakan minuman apa yang saya minati. Pemilik wajah yang begitu teduh dan damai itu bernama Sudiro yang akhirnya saya tahu bahwa panggilan akrabnya adalah Wak Diro.

Menikmati pisang goreng terasa lebih hangat dengan obrolan ringan bersama Wak Diro. Dalam guyonan yang mengalir saya tahu ternyata Wak Diro adalah perantau asal Kudus yang sudah 16 tahun menjual gorengan pisang. Dalam satu hari ia bisa menghabiskan satu tandan besar dan hasil penjualannya bisa menyekolahkan ke empat anaknya hingga menjadi sarjana. Wak Diro rupanya jebolan fakultas teknik universitas negeri tertua di Jogjakarta, walau ia hanya bisa sampai semester 5.

"Kenapa tidak bisnis yang lain Wak? Atau menjadi pegawai negeri?" tanya saya menyelidik. Belum sempat menjawab pertanyaan saya, ia menundukkan badan tanda permisi kepada saya karena datang satu mobil Kijang Inova baru yang mendekat. Ternyata mobil itu dikemudikan oleh istrinya yang mengantarkan sesuatu. Pikiran saya berputar tak tentu. Tanpa sadar saya sedang menakar kantong orang tua ini. "Seorang penjual pisang goreng mampu menguliahkan keempat anaknya hingga sarjana dan kini didepan mata saya, si Istri datang dengan mobil baru yang tidak murah harganya".

Bukan cari uang.

Sekali lagi saya jarah lagi semua sudut warung kecil itu. Penataan dagangan lumayan menarik, tetapi tidak istimewa. Kualitas produknya berupa gorengan juga terasa sama seperti pisang goreng ditempat lain. Atmosfir warung juga sama seperti warung-warung lain, walau yang ini terlihat lebih bersih dan terjaga. Sarana promosi sangat sederhana, hanya tulisan Pisang Goreng Panas yang ditulis tangan dengan kuas biasa. Daftar harga tercetak di selembar kertas terlaminasi yang ditempel di dinding sebelah kiri. Ada dua orang pegawai yang membantu menggoreng, membuat minuman dan melayani pelanggan sekaligus. Tetapi jumlah pembelinya silih berganti, tidak sederas air pancuran, tetapi datang satu-satu seperti tiada henti.

Tak lama kemudian istri Wak Diro pergi, kata Wak Diro, istrinya harus mengantar beberapa kertas tisue ke lima cabangnya yang lain. Dan informasi itu membuat saya memilih untuk bertahan lebih lama demi mengetahui apa rahasia sukses bisnis ini.

Setelah melewati beberapa basa-basi, lalu ia bertanya kepada saya, "Mas, sampean apa percaya sama Gusti Allah?". Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, karena saya tidak bisa memperkirakan kemana arah pemikirannya. Lalu tanpa menunggu jawaban saya, Wak Diro menjelaskan bahwa dalam 8 tahun terakhir Ia tidak lagi mencari uang semata, tapi Ia mencari Tuhan. "Uang bagi saya hanyalah sekadar bonus atas pencarian dan pengabdian saya ke Gusti Allah".

Seperti pengakuan kebanyakan manusia, Ia meyakini bahwa hanya Tuhan yang sanggup mengarahkan dirinya kepada kondisi apapun."Mas, saya bukan jualan pisang goreng lho", aku Wak Diro, "Saya ini sedang membantu orang-orang agar bisa beribadah dengan baik". "Wow..." pikir saya, apakah penjual pisang goreng ini masih waras?"

Saya ini senang membantu banyak orang dengan mengganjal perutnya agar ibadah shalat Ashar dan Maghrib-nya berjalan dengan baik, karena jam makan malam biasanya setelah Shalat Isya" terang Wak Dirno. Saya mulai memahami apa maksud kalimat Wak Diro sebelumnya, "Uang bagi saya hanyalah sekadar bonus atas pencarian dan pengabdian saya ke Gusti Allah".

Kini saya paham, mengapa ia begitu ramah menyambut tamu-tamunya, kualitas gorengan tetap terjaga baik ukuran maupun takarannya dan ruangan kedai ini tetap terjaga kebersihannya. Jelas bukan karena sekadar mencari uang, tetapi Wak Diro sedang beribadah. Mencari keridhaan Tuhan. Seperti dijanjikan Allah ketika kita bersyukur, maka nikmat itu terus bertambah dan mengalir lancar.

Saya benar-benar terbayang betapa saya dan banyak sahabat saya yang kerja mati-matian siang -malam hanya sekadar mencari uang. Bayangan itu begitu asam terasa setelah mendengar pengakuan Wak Diro itu. Betapa Wak Diro sudah menemukan kunci dasar sukses bisnis. Ia tidak sekadar menjual jajanan, ia muncul dengan alasan yang lebih mulia. Pisang goreng hanya media mendapatkan ridha Sang Khalik. Semua bentuk kerja dan bisnis dikerjakannya dengan menghadirkan batin, tulus dan iklas.

Khawatir

"Bagian saya adalah mempermudah ibadah orang lain, bagian Gusti Allah menjaga saya Mas. Saya hanya pasrah dan memohon agar selalu dituntun Gusti Allah" aku Wak Diro. "Apapun langkah saya, saya percaya Gusti Allah akan menyelamatkan saya. Jika saya dibawa ke kubangan kerbau sekalipun, saya tetap percaya kalau itu adalah kehendak Gusti Allah dengan maksud tertentu agar saya mendapatkan hikmah atas perjalanan itu".

Menyelesaikan pisang terakhir, saya bertanya, "Wak, apakah sampean tidak khawatir dengan kenaikan BBM?", dengan ringan Wak Diro menjawab, "Lha wong, saya sudah serahkan hidup saya ke Gusti Allah, kok mesti kuatir?". Sambil mengulurkan uang kembalian ke saya, ia berujar, "Saya kan cuma kawulo, apakah pantas kalau saya ikut campur tangan 'ngatur kerjaan Kanjeng Gusti?"

Hidup adalah pilihan, kita bisa memilih hidup tentram atau hidup sengsara. Ketentraman dan kesengsaraan fokus utamanya bukan terletak di banyak atau sedikitnya harta, namun lebih terletak pada "Kita mau menyerahkan hidup ke yang mengurus kehidupan atau tidak". Itu saja pilihannya.

Kita itu sering aneh, selalu ngurusi yang bukan urusannya. Berani menghadapi hidup tentram, tanpa selalu merasa terhimpit aneka permasalahan!!!
Subhanalloh ... bagaimana Pendapat anda ???

15 Februari 2009

INDOSAT Masuk POLINES

indosatm2.com - 11/02/2009
IndosatM2 Gelar Bakti Sosial di Semarang
Bukti Kepedulian Terhadap Dunia Pendidikan

Semarang, 06 Februari 2009 – Sebagai wujud bakti sosial kepada masyarakat, PT. Indosat Mega Media (IM2), penyedia jasa internet dan multimedia terkemuka di Indonesia melakukan pelatihan kerja bagi para mahasiswa Politeknik Negeri Semarang yang berprestasi.

Para mahasiswa pilihan ini memiliki IPK diatas 3 dan motivasi kuat untuk mengembangkan diri. Indosat M2 memberikan rangkaian pelatihan dan workshop. Implementasi dari pelatihan serta workshop ini adalah dengan mengangkat mereka menjadi Edu Agent yang diberi tantangan untuk menjual produk Postpaid 3,5G IM2. “Bagi Edu Agent yang dapat memenuhi 75% target dalam 3 bulan, IM2 akan memberikan Surat Pernyataan Keberhasilan dan komisi”, terang Warih Satyarini Account Executive Retail IM2 Jateng & DIY.

Kerjasama yang akan berlangsung hingga Juli 2009 ini juga memberikan bantuan kepada Politeknik Negeri Semarang berupa peminjaman 2 unit Modem, 1 Starterpack Classic dengan Voucher Reload senilai Rp. 100.000,- per bulan dan 1 Starter Pack Unlimited dengan Voucher Reload senilai Rp. 100.00,- per dua bulan sebagai alat demo dan mendukung operasionalisasi sekolah untuk berhubungan dengan dunia internet.

Terkait dengan bakti sosial ini, IM2 pun menjalankan program Community untuk kalangan Wartawan, Blogger, Guru dan para Pelajar. Program Community ini berupa:
1. Diskon Rp 10.000 untuk pembelian BROOM
2. Diskon Rp 100.000 untuk pembelian Paket Bundling
3. Diskon penggunaan IM2 Prime dibulan ke 2 dan ke 3 sebesar 15%

Selain itu, sebelumnya IM2 juga telah melakukan pelatihan internet di SMAN 5 Semarang dan akan terus menjalankan roadshow pelatihan internet ke sekolah-sekolah lainnya di Jawa Tengah. “Ini merupakan bukti tanggung jawab sosial kami sebagai perusahaan terhadap pengembangan dunia pendidikan, kami senantiasa hadir untuk memberikan nilai lebih bagi masyarakat”, jelas Warih mengakhiri wawancara.

10 Januari 2009

Mega Wisata Ocarina

Tiket Murah dengan Fasilitas Wah

Warga metropolis kini bisa menikmati tempat wisata modern di Batam. Kawasan mega wisata Ocarina dengan konsep wisata terpadunya mulai dibuka untuk umum 28 Desember 2008 yang lalu. Beragam jenis wisata ditawarkan di atas lahan 40 hektare yang menyedot daya listrik 6 megawatt ini.

Ocarina adalah proyek prestisius dari PT Bangun Arsikon Batindo, untuk menjawab kebutuhan wisata di Batam. Sesuai konsepnya, Ocarina menggabungkan seluruh kebutuhan wisata, mulai dari rekreasi, belanja, kuliner, olahraga, hingga wisata edukasi. Mengutip pernyataan Chairman Arsikon Group, Cahya: “Kawasan mega wisata ini benar-benar disiapakan untuk melayani semua kebutuhan wisata dari segala usia. Mulai anak-anak hingga orang tua.” ujarnya. Konsep Ocarina sendiri mengadopsi dari Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta. “Dari segi kapasitas Ocarina bisa dibilang masih berada di bawah Ancol. Tapi dari segi kualitas kami di atas Ancol,” lanjutnya.

Secara desain, Cahya mengklaim Ocarina memiliki tata arsitektur paling detail di antara bangunan wisata di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah maket pohon bonsai raksasa yang berada di Kampoeng Seni Ocarina. Di atas pohon tersebut terdapat patung 1.000 ekor burung bangau. Uniknya, setiap patung memiliki gaya yang berbeda. Belum lagi jika mengamati ke-12 patung Shio yang berjajar di sepanjang pagar samping kanan pintu masuk. Selain dibuat dalam ukuran besar, ke-12 patung tersebut di klaim memiliki desain paling detail di seluruh dunia. Sehingga setiap patung binatang yang merupakan simbol masing-masing Shio tampak hidup.

Selain dari segi bangunan, seluruh fasilitas permainan yang ada di Ocarina juga memiliki standar internasional. Giant Wheel misalnya seperti mininya Singapore Flyer. Fitur ini memiliki lisensi langsung dari Hongkong. Dari segi letak, Giant Wheel sengaja dipasang di atas air laut dengan ketinggian sekitar 30 meter. Selain berfungsi sebagai arena wisata, Giant Wheel juga bisa difungsikan sebagai menara pandang. Sebab saat berada di posisi puncak, pengunjung bisa melihat sebagian dari wilayah di Kota Batam.

Semua kelebihan tersebut, kata Cahya, merupakan credit point yang bisa dijual untuk wisatawan, termasuk turis asing. Ia mengatakan, selama setahun pertama (2009) merupakan masa evaluasi total sebagai referensi untuk menyiapkan Ocarina sebagai ujung tombak program Visit Batam Year 2010. ”Di tahun 2010 Ocarina benar-benar ready untuk mendukung pemerintah Batam,” ucapnya. Sementara itu Direktur Ocarina, Dewi Koriati mengatakan, meski memiliki fasilitas berkelas internasional, tiket masuk yang dijual cukup murah yakni hanya Rp 5 ribu saja per orang.

Ocarina telah menyiapkan sekitar 30-an fasilitas wisata. Diantanya Mega Enterance Gate, Youth Ocarina, Ocarina Water Game, E-Island, Ocarina Beach Walk, Kampoeng Indonesia, Jimbaran at Ocarina, Ocarina Kiddy Land, Ocarina Tiker Camp, Ocarina Beach Festival, Ocarina Water Sport, Marina Bay Ocarina, d’Ocarina Café, Plaza Ocarina, Ocarina Giant Wheel, Kampoeng Seni Ocarina, Ocarina Olympic Pool, Ocarina Sport Mall, d’Ocarina Luxury Resort, Batam Convention Center, Ocarina Beach Karaoke, Ocarina Giant Globe, Ocarina Junction, Ocarina Waterboom, Lancang Kuning Tower. Namun pada pembukaan 28 Desember kemarin, baru 11 fasilitas yang telah siap. Antara lain Kampoeng Indonesia, Water Game, Youth Activity, Warong Jimbaran, Junction, Kiddy Land, Beach Walk, Water Sport, Pantai Festival, Giant Wheel, dan Kampoeng Seni.

Kampoeng Indonesia merupakan area food court yang menyediakan aneka masakan dan makanan khas nusantara. Sementara Warong Jimbaran merupakan warung yang secara khusus menyediakan makanan khas dari sea food dan barbeque. Bagi yang menggemari olahraga dan permainan air, Ocarina juga menyediakan fasilitas dalam water game dan water sport. Beragam olahraga dan permainan khas pantai seperti volley pantai, parasailing, banana boat, jetsky, bom-bom boat dan sebagainya.

Di Kiddy Land dengan luas area 15x30 meter, mampu menampung sekitar 100 anak sekaligus. Bagi pengunjung yang doyan belanja dan update penampilan bisa mampir di Ocarina Junction yang merupakan area pertokoan dengan konsep city walk. Di sini terdapat sekitar 120 kios yang menjual aneka produk life style. Sementara untuk fasilitas kolam renang, Batam Convention Center, Tower Lancang Kuning, Condotel dan beberapa fasilitas lainnya bakal dibangun mulai tahun depan.

Pada awal pembukaan Mega Wisata Ocarina kemarin, telah di gelar acara marathon pada tanggal 28-31 Desember 2008. Tanggal 28 Desember, Ocarina telah menghadirkan penyanyi Rossa dan Batavia Dancer. “Rossa itu biasanya dipanggil Oca, jadi klop dengan nama Ocarina,” kata Dewi soal alasan pemilihan Rossa. Untuk tanggal 29 Desember, Ocarina juga menghadirkan grup band ST 12 dan juara Indonesian Idol 2008, Aris. Hari berikutnya, Ocarina menampilkan artis dangdut alumni KDI daintaranya Maya, Nasar, Yuli dan Super Emak. Sedangkan pada acara puncak launching yang bertepatan dengan malam pergantian tahun, Ocarina menggelar Rafe Party dengan menghadirkan para disk jockey (DJ) ternama dari Jakarta. Acara puncak tersebut juga dimeriahkan dengan pesta sinar laser.

08 Januari 2009

Chavez Ejek Tentara Israel Pengecut

Kompas.Com - Rabu,
7 Januari 2009 16:50 WIB

CARACAS - Presiden Venezuela Hugo Chavez, Selasa (6/1) waktu setempat, menyebut tentara Israel pengecut karena serangannya di Jalur Gaza. Ia menegaskan, rakyat Israel harus memprotes serangan yang telah menewaskan lebih dari 600 orang itu.

"Betapa pengecutnya tentara Israel. Mereka menyerang penduduk yang lemah, sedang tidur, tidak bersalah, dan mereka berdalih bahwa mereka membela rakyat mereka," kata Chavez kepada wartawan. "Saya mengimbau rakyat Israel bangkit melawan pemerintah." Ia juga mengatakan, Presiden Shimon Peres dari Israel dan George W Bush dari AS harus diadili di Pengadilan Internasional karena pembantaian di Jalur Gaza itu.

Dalam kunjungan ke sebuah rumah sakit anak-anak di Caracas, Chavez mengatakan, masyarakat internasional harus menghentikan "tindakan gila" di Gaza itu, dan menambahkan bahwa pemerintahnya sedang berusaha untuk mengirim bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina. Chavez mengatakan walaupun pemerintahnya menghormati rakyat Israel yang tinggal di Venezuela, ia menginginkan bahwa masyarakat Yahudi Venezuela menentang tindakan biadab ini.

"Mereka menuduh (Presiden Iran) Mahmoud Ahmadinejad bertanggung jawab atas genosida, tetapi tidak ada sepotong bukti pun ia menginvasi siapa pun. Venezuela tidak menduduki daerah mana pun," kata Chavez.

"Mereka menuduh (Pemimpin Kuba) Fidel Castro seorang yang kejam dan seorang pembunuh," kata Chavez tentang beberapa sekutunya. Ia mengeluhkan tidak ada tuduhan-tuduhan semacam itu dilontarkan terhadap Peres. "Betapa sinisnya dunia," kata Chavez.

Dari KANOUTE untuk Palestina

DetikSport - 08/01/2009

Frederic Kanoute memang dikenal sebagai muslim yang taat dan kerap bangga menunjukkan identitas keyakinannya itu. Pada tahun 2007 misalnya, pemain terbaik Afrika 2007 ini pernah memberikan gajinya selama setahun, sebesar 700.000 dolar AS atau sekitar Rp 7 miliar untuk menyelamatkan masjid terakhir yang ada di Sevilla.

Sebagai muslim yang taat, Kanoute tergugah dengan penderitaan Palestina. Usai mencetak gol ke gawang Deportivo La Coruna striker asal Mali itu membuka bajunya untuk memperlihatkan kaos dalamnya yang bertuliskan "Palestina" meski diganjar dengan kartu kuning setelahnya.

Dalam pertandingan Kamis (8/1/2009) dinihari WIB tersebut, Kanoute bermain cemerlang dengan mencetak gol kedua lima menit sebelum turun minum, saat timnya Sevilla mengalahkan Deportivo La Coruna di ajang Copa del Rey dengan skor 2-1.

01 Januari 2009

FPPP: Tindakan Israel Sangat Biadab

Detik News - Minggu, 28/12/2008 07:48 WIB

Penyerangan Israel ke Jalur Gaza membuat lebih dari 200 orang Palestina meregang nyawa. Tindakan itu dinilai sangat biadab. "Kita mengutuk keras. Itu tindakan yang sangat biadab," ujar Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakim Saifuddin dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Sabtu (27/12/2008).

Tindakan Israel itu dinilai biadab karena membabi buta menyerang Jalur Gaza. Israel menyerang Jalur Gaza pada Sabtu kemarin dengan menembakkan 30 misil dari udara. Sasaran yang diserang adalah sekelompok polisi Hamas.

Saat diserang, Hamas sedang melakukan upacara pelantikan taruna polisi yang sudah lulus. Karena serangan ini, sekitar 227 orang Palestina harus meregang nyawa, dan 700 lainnya luka-luka, sebagian besar rakyat sipil. Sementara di pihak Israel, ada satu orang tewas akibat serangan roket balasan yang dilancarkan militan Hamas dan beberapa orang lainnya terluka.

Israel mengatakan serangan ini tidak akan berlangsung singkat dan membutuhkan waktu. Di satu sisi, Hamas sudah bertekad tidak akan menyerah dan mundur sejengkal pun mempertahankan tanah airnya.